Jangan Menunda Membayar Hutang


Sedikit pengalaman pribadi yang baru saja saya alami kemarin, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk sobat semua serta mengubah pola pikir kita yang selama ini salah.

Saya memang mempunyai pola pikir "jangan berhutang" dan "benci dihutangi". Saya sangat tidak suka berhutang dengan orang dan saya pun benci orang lama-lama membayar hutang pada saya. Kemarin saya baru saja mengalami sebuah kejadian yang cukup mengena di hati saya, simak ceritanya...



Saya mempunyai usaha percetakan kecil-kecilan. Kemarin sore sekitar jam 3an saya mengecek rek tabungan saya, masuk sekian rupiah dari client saya, segera saya bayarkan ke supplier saya. Saya bekerja sama dengan supplier saya, jadi saya sebagai marketing dan supplier saya yang modalin cetakannya. Saya selalu mempunyai kebiasaan "tidak suka menunda membayar hutang", jadi setiap saya menerima pembayaran selalu saya bayarkan ke supplier saya, meskipun saya bisa saja menggunakannya dulu untuk hal-hal lain.

Setelah saya transfer dan konfirmasi ke supplier saya, dia langsung kirim pesan ke WA saya: "Wah ko untung banget lu transfer, kita sudah buka giro untuk bayar hutang 3 hari lagi tapi dananya ga ada. Rambut gw udah rontok tiap hari mikirin kaya gini. Untung lu transfer, udah berapa kali kejadian kaya gini dan lu selalu jadi penyelamat kita".

Supplier saya pernah bercerita bahwa kondisi bisnis 2 tahun belakangan ini sangat memprihatinkan. Omset turun drastis, pemasukan jauh berkurang sedangkan pengeluaran tetap segitu-gitu aja. Mereka tidak mungkin memecat karyawan, cicilan mobil dan toko terus berjalan. Mereka sampai harus jual aset untuk menutupi kerugian. Bahkan susu anak pun sampai harus diganti dari merk terkenal turun ke merk "D" yang jauh lebih murah. Maka dari itu mereka kesulitan memutar uang untuk modal, karena semua client pasti minta tempo pembayaran 1-2 bulan, sedangkan mereka harus bayar bahan baku kertas dalam tempo 1-2 minggu. Inilah yang membuat semua usaha gulung tikar bagi yang tidak sanggup bertahan.

Kejadian diatas adalah salah satu contoh penting "jangan menunda membayar hutang", karena kita tidak pernah tau sekritis apakah kondisi orang yang kita hutangi. Saya juga sangat membenci orang finance/akunting yang hobi banget menahan pembayaran ke supplier padahal dananya sudah turun hanya karena alasan:
- Biarin aja belum jatuh tempo
- Ahh biarin ahh suppliernya juga belum nagih
- Cueklah, suppliernya ga gitu kenal
- Supplier ga pernah ngasih apa-apa, tahan aja tunggu sebulan
- Biarin dah, suppliernya banyak duit kok

Hey taukah kamu betapa mereka sedang sangat memerlukan uang itu untuk bertahan hidup. Anda sering kali berpikir semua pebisnis pasti banyak uang, padahal belum tentu kondisinya seperti itu. Di tengah kondisi bisnis yang morat-marit, setiap pembayaran yang mereka terima sangat membantu usaha mereka tetap bertahan. Tanpa cash flow yang bagus sudah pasti bisnis tidak bisa bertahan dan akhirnya "bangkrut!" Jika sudah bangkrut, berapa banyak karyawan yang harus nganggur, anak istri mereka makan apa, bahkan mungkin terpaksa berhenti sekolah.

Deskripsi diatas dari sisi pebisnis, bagaimana dari sisi karyawan? Jika ada boss yang suka membayar gaji diakhir bulan, tepat tanggal 31. Bahkan banyak boss yang suka membayar di awal bulan! Bagaimana nasib karyawan jika mereka perlu untuk:
- Membayar uang kost! Bisa diusir kalo telat bayar.
- Bayar cicilan motor. Siap-siap ditarik sama leasing.
- Bayar hutang warung. Akhirnya ga berani ngutang makan sebelum bayar hutang, sekeluarga terpaksa ga makan 1-2 hari sampai gaji turun.
- Bayar uang sekolah anak. Anaknya disuruh pulang sampai uang sekolah dibayar.
- Berobat orang tua. Miris mikirin hal ini.
- Dan masih banyak lagi hal yang lebih tragis karena boss telat bayar gaji.

Maka dari itu, biasakan pola pikir positif, jangan suka menunda membayar hutang/kewajiban jika anda sudah ada dananya. Ketika teman meminjamkan kamu uang, apakah kamu pernah bertanya "ini uang dari mana? Apakah tidak apa-apa kalo saya pinjam? Nanti kamu butuh ga?"

Jarang sekali orang bertanya seperti itu. Peminjam biasanya berkata "Ok thx banget ya lu udah bantu gua. Nanti gua janji segera balikin kalo ada duit." Entah kapan maksud dia "kalo ada duit". Maksudnya kalo ada duit berlebih baru bayar hutang, atau begitu dapat duit berapa pun langsung bayar hutang?

Mirisnya, ketika teman yang memberi pinjaman sedang butuh uang dan dia datang menangih, si peminjam menjawab "Ya elah santai aja, nanti juga gua bayar kalo ada uang. Sekarang belum ada uang nih" (jawabnya sambil siap-siap engkol motor mau nonton ke mall sama ceweknya).

Sudah taukan bagaimana sakitnya dihutangi? Maka dari itu janganlah menunda membayar hutang. Jika kalian tidak suka dihutangi ya sudah jangan pernah memberi hutang, kecuali jumlah hutang itu sebatas jumlah yang siap diikhlaskan jika dia tidak berniat membayar.

Salam sukses selalu!

JiLo.




0 Comments:

 

blogger templates 3 columns | Design by Jimmy Lobianto