Hidup dan Rejeki Itu Seperti Organ Percernaan



Judul yang cukup aneh menurut anda? Jika ada sebagian dari anda yang menolak atau sulit memahami konsep hukum karma atau hukum sebab akibat, maka filsafat “Hidup dan rejeki itu seperti organ percernaan” mungkin sangat masuk akal untuk anda terima. Kita sebagai manusia tentunya tentunya sudah mengerti sistem pencernaan yang sudah banyak diajarkan sejak kita duduk di bangku sekolah. Bagi mereka yang kurang berpendidikan pun seharusnya sudah memahami bagaimana proses pencernaan berlangsung secara sederhana. Baiklah akan saya ulas lebih lanjut kenapa saya memilih konotasi tersebut sebagai judul artikel ini.

Sejarah Bakcang

Sejarah bacang berasal dari tokoh Qu Yuan (343--289 SM). Qu Yuan adalah sastrawan terkemuka dari Kerajaan Chu. Bukunya sangat laris dan terkemuka, salah satunya Chun Tzu (Ratapan Negeri Tzu) dan Li Sao (Menapaki Kesedihan). Selain itu, ia juga dikenal sebagai menteri yang terpercaya dan setia.

Kerena popularitas itu, rekan-rekannya menjadi iri dan berusaha menyingkirkan dia. Rekannya adalah para penjilat kekuasaan yang bermanis-manis di depan raja dan berusaha menjatuhkan Kerajaan Chu dan lebur dalam Kerajaan Chin. Qu Yuan tidak mau ikut dengan konspirasi itu sehingga ia makin dibenci rekan-rekannya.

Telor Pitan


"Telur pitan seharusnya banyak yang kenal, telur yang berwarna hitam, sedikit transparan di putih telurnya dan hitam pekat di bagian kuning telur.

Telur pitan ini sebenarnya adalah telur itik yang diawetkan. Ini dikarenakan telur itik tak seenak telur ayam bila dimakan seperti halnya telur ayam. Telur itik sedikit berbau khas karena makanan itik berlainan dengan makanan ayam. Oleh karena itu, kemudian dipikirkanlah cara2 untuk menghilangkan bau khas tadi dengan cara mengawetkannya. Juga supaya produksi telur itik yang berlebihan karena tidak disukai orang tidak dibuang dan dapat bertahan lama. Telur pitan ini kira2 bermula dari zaman Dinasti Ming di pesisir tenggara Tiongkok.

Cara membuat pitan adalah dengan mengawetkannya di dalam lime yang mengeras ditambah dengan garam atau bahkan obat tradisional lainnya. Kondisi basa (pH > 7) untuk beberapa waktu itu menyebabkan putih telur dari telur itik mengeras menjadi seperti jelly kehitaman, sedangkan kuning telur juga berubah menjadi sedikit mengeras namun tak seluruhnya. Bila waktu pengawetan terlalu lama atau kondisi yang terlalu basa, kuning telur juga menjadi keras. Kondisi basa yang ideal buat pengawetan ini adalah pH sekitar 11.5.

Pengaturan Feng Shui Kamar Bayi

Feng Shui pada prinsipnya berusaha menyeimbangkan energy manusia dengan sekitarnya. Bayi adalah manusia yang baru lahir dan masih dapat tertata energynya.

Kamar tidur bagi bayi adalah tempat dimana dirinya dapat menyeimbangkan dari hidupnya. Lebih dari 20 jam sehari bayi tidur menyeimbangkan dirinya. Jadi kamar tidurnya akan lebih baik jika dapat menyeimbangkan bayi secara feng shui.

 

blogger templates 3 columns | Design by Jimmy Lobianto