Sejarah bacang berasal dari tokoh Qu Yuan (343--289 SM). Qu Yuan adalah sastrawan terkemuka dari Kerajaan Chu. Bukunya sangat laris dan terkemuka, salah satunya Chun Tzu (Ratapan Negeri Tzu) dan Li Sao (Menapaki Kesedihan). Selain itu, ia juga dikenal sebagai menteri yang terpercaya dan setia.
Kerena popularitas itu, rekan-rekannya menjadi iri dan berusaha menyingkirkan dia. Rekannya adalah para penjilat kekuasaan yang bermanis-manis di depan raja dan berusaha menjatuhkan Kerajaan Chu dan lebur dalam Kerajaan Chin. Qu Yuan tidak mau ikut dengan konspirasi itu sehingga ia makin dibenci rekan-rekannya.
Pada suatu kesempatan, para menteri menekan tim dokter untuk menyatakan pantang garam bagi raja yang sedang sakit. Akibatnya raja menjadi makin sakit dan hanya bisa terbaring. Mengetahui adanya komplotan ini, Qu Yuan diam-diam membungkus garam dalam daum bambu dengan empat kerucut, lalu menggantung bungkusan itu di langit-langit ranjang raja dengan maksud agar garam itu menetes sedikit demi sedikit di atas mulut raja supaya kesehatab raja pulih lagi.
Ketika hal itu diketahui, Qu Yuan malah dituduh meracuni raja. Karena tidak mau berurusan dengan pengadilan, lalu ia bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Mi Lou. Mendengar berita ini rakyat menjadi sedih dan mencari jenazah Qu Yuan. Mereka juga melemparkan nasi yang dibungkus dengan bambu kerucut empat untuk dimakan ikan agar tidak mengigit tubuh Qu Yuan. Mereka juga menabuh genderang di perahu untuk mengusir roh-roh naga jahat yang bisa mengganggu roh Qu Yuan.
Peristiwa ini dikenang tiap tahun dengan perayaan Peh Chun (bacang). Perayaan ini ditandai dengan perlombaan perahu naga (dragon boat) yang diawaki sekitar dua puluh orang pendayung yang duduk berpasangan dan mendayung mengikuti ritme genderang dan tradisi ini juga ditandai dengan makan bacang.
Itulah sejarah bacang. Keempat kerucutnya melambangkan empat kata Qu-Yuan-Setia-Percaya. Bacang adalah lambang penghormatan karakter terpercaya dan orang percaya malah tidak dipercaya dan bahwa orang setia malah didakwa. Bacang adalah ungkapan utuhnya percaya dan setia.
Lomba perahu naga dengan tim mencerminkan kerja sama yang baik, tidak sikut menyikut, setia satu sama lain, bisa dipercaya dan memercayai serta berani menghadapi segala tantangan demi kebenaran.
CARA MEMBUAT BAKCANG
Pembuatan bakcang memiliki beberapa versi sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah. Berikut saya akan memberikan salah satu resep membuat bacang dengan beras.
BAHAN:
1 liter Beras.BAHAN:
100 ml Minyak ayam/minyak goreng.
1 liter Air.
1/2 sendokteh Garam.
Daun bambu secukupnya.
BAHAN ISI:
300 gram Daging ayam cincang.
100 gram Tangkue. diparut kasar.
3 sendokmakan Minyak goreng.
1 sendokmakan Kecap asin.
3 sendokmakan Kecap manis.
1 sendokmakan Minyak wijen.
1/2 sendokmakan Gula pasir.
1 batang Daun bawang iris tipis.
100 ml Kaldu ayam.
BUMBU HALUS
5 biji Bawang merah.
4 siung Bawang putih.
50 gram Ebi, rendam sebentar.
1/4 sendokteh Bubuk merica.
CARA MEMBUAT
Didihkan air masukkan beras, garam, dan minyak ayam, aroni sampai meresap sisihkan.
Tumis bumbu halus, masukkan daging ayam cincang, tangkue, kecap asin, kecap manis, minyak wijen, gula pasir, dan daun bawang. aduk rata.
Masukkan kaldu ayam, masak hingga matang.
Ambil 2 lembar daun bambu buat contong, beri 1 sendokmakan aronan nasi, tambahkan isi ditengahnya, lalu tambahkan lagi aronan nasi.
Lipat bagian tengahnya dan tutup hingga menyerupai segi tigalalu ikat rapat.
Rebus bacang antara 3 sampai 4 jam atau hingga matang.
Sumber: http://xinxinfoods.com/bacang
0 Comments:
Post a Comment