Hidup dan Rejeki Itu Seperti Organ Percernaan



Judul yang cukup aneh menurut anda? Jika ada sebagian dari anda yang menolak atau sulit memahami konsep hukum karma atau hukum sebab akibat, maka filsafat “Hidup dan rejeki itu seperti organ percernaan” mungkin sangat masuk akal untuk anda terima. Kita sebagai manusia tentunya tentunya sudah mengerti sistem pencernaan yang sudah banyak diajarkan sejak kita duduk di bangku sekolah. Bagi mereka yang kurang berpendidikan pun seharusnya sudah memahami bagaimana proses pencernaan berlangsung secara sederhana. Baiklah akan saya ulas lebih lanjut kenapa saya memilih konotasi tersebut sebagai judul artikel ini.



Makanan yang kita makan adalah gambaran dari perbuatan yang kita lakukan, kemudian makanan itu masuk ke dalam tubuh kita untuk diserap sarinya. Apa yang kita makan adalah apa yang akan kita serap untuk perkembangan tubuh kita, sama seperti apa yang kita lakukan adalah apa yang akan kita dapatkan di kemudian hari. Jika kita mengkonsumsi makanan yang baik dan bergizi, maka tubuh kita akan tumbuh dan berkembang dengan baik, begitu pula jika makanan yang kita konsumsi itu tidak baik (seperti junk food, rokok, bahkan narkoba) maka sudah bisa dipastikan apa yang akan terjadi dengan tubuh kita nanti. Ini adalah gambaran seperti perbuatan dalam hidup kita, semakin sering kita berbuat baik, maka akan semakin banyak hal-hal baik yang kita dapatkan.

Kemudian setelah sari makanan terserap, maka sisanya akan menjadi kotoran yang harus kita keluarkan. Jika dalam jangka waktu tertentu kotoran itu tidak kita keluarkan, maka akan berdampak buruk dan sangat tidak baik untuk kesehatan kita. Pada titik tertentu, berbagai macam penyakit akan muncul dan tubuh kita tidak sanggup lagi mengkonsumsi makanan karena kondisi kita sedang sakit. Gambaran tersebut lebih mudah jika saya jelaskan dari sudut pandang rejeki atau bisnis. Ketika kita bekerja keras secara halal dan menghasilkan banyak uang, maka perlu ada sesuatu yang harus kita buang agar perputaran rejeki berjalan dengan baik. Apa yang perlu kita buang? Itulah yang kita sebut “beramal” atau “berdana”. Beramal sangat baik untuk kehidupan kita. Dengan beramal, maka perputaran/sirkulasi rejeki kita akan baik sekali. Tidak baik jika kita hanya terus menerus makan sesuatu tanpa mengeluarkan sesuatu. Sebaik apa pun makanan itu, tetap saja harus ada yang dikeluarkan demi kesehatan tubuh kita. Dengan sirkulasi yang baik maka tubuh kita akan tetap sehat dan berkembang dengan baik.

Jika anda mengkonsumsi bisnis yang tidak halal, maka sudah bisa dipastikan perkembangan tubuh anda tidak akan sehat dan warna kotoran yang anda hasilkan akan gelap dan suram. Untuk itu, Konsumsilah bisnis yang halal dan secara rutin melakukan pengeluaran untuk amal, maka kehidupan anda akan sehat dan berkembang dengan baik.

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/24/hidup-dan-rejeki-itu-seperti-organ-percernaan/

0 Comments:

 

blogger templates 3 columns | Design by Jimmy Lobianto